Header Ads

Terang Sabda

Kamis, 03 Oktober 2013

Hari Biasa Pekan Biasa XXVI/C

“Dosa adalah satu pelanggaran terhadap akal budi, kebenaran dan hati nurani yang baik” (Katekismus Gereja Katolik, 1849)

Antifon Pembuka (Za 8:8)
Aku akan menyelamatkan umat-Ku  dan membawa mereka pulang. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku menjadi Allah mereka.

Doa Pagi
Terpujilah Allah, Bapa kami, karena setiap hari Kaubuat kudus bagi-Mu oleh sabda-Mu yang membawa sukacita abadi. Pertajamkanlah pendengaran hati dan budi kami supaya hanya sabda-Mu sajalah yang menuntun hidup kami sepanjang hari ini. Amin.

Bacaan I
Bacaan dari Kitab Nehemia (8:1-5a.6-7.8b-13)

"Ezra membuka kitab Taurat lalu ia memuji Tuhan, Allah yang mahaagung, dan semua orang menjawab: “Amin! Amin!”

Sesudah kembali dari pembuangan, orang-orang Israel telah menetap kembali di kota-kota mereka. Lalu pada bulan ketujuh berkumpullah seluruh rakyat di lapangan di muka Gerbang Air di Yerusalem. Mereka meminta kepada Ezra, ahli kitab, supaya membawa Kitab Taurat Musa, yakni kitab hukum yang diberikan Tuhan kepada Israel. Dan pada hari pertama bulan ketujuh itu Imam Ezra membawa Kitab Taurat itu ke depan jemaat, pria, wanita dan semua yang dapat mendengar dan mengerti. Ia membacakan beberapa bagian dari kitab itu di halaman di depan Gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di depan pria, wanita dan semua orang yang dapat mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan Kitab Taurat itu. Adapun Ezra, ahli kitab, berdiri di atas mimbar kayu yang dibuat khusus untuk peristiwa itu. Ia membuka kitab itu di depan mata seluruh umat, karena ia berdiri lebih tinggi dari semua orang. Pada waktu ia membuka kitab semua orang bangkit berdiri. Lalu Ezra memuji Tuhan, Allah yang mahaagung, dan semua orang menjawab, “Amin! Amin,” sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut, dan sujud menyembah Tuhan dengan muka sampai ke tanah. Para Lewi menjelaskan hukum itu kepada jemaat, sementara rakyat berdiri di tempatnya. Bagian-bagian Kitab Taurat Allah dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti. Lalu Nehemia, kepala daerah, dan Imam Ezra, ahli kitab, serta orang-orang Lewi yang mengajar jemaat, berkata kepada seluruh hadirin, “Hari ini adalah kudus bagi Tuhan Allahmu. Kalian jangan berdukacita dan menangis!” Karena semua orang itu menangis, ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat. Lalu berkatalah Nehemia kepada mereka, “Pergilah, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis; dan berikanlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa! Sebab hari ini kudus bagi Tuhan kita. Janganlah bersusah hati, tetapi bersukacitalah karena Tuhan, sebab sukacita karena Tuhanlah perlndunganmu.” Juga orang-orang Lewi menyuruh semua orang itu diam dengan kata-kata, “Tenanglah! Hari ini hari kudus. Jangan bersusah hati!” Maka pergilah semua orang untuk makan dan minum, untuk membagi-bagi makanan dan berpesta ria, karena mereka mengerti segala sabda yang diberitahukan kepada mereka.
Demikianlah sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan
Reff.: Titah Tuhan tepat, menyenangkan hati.
Ayat (Mzm 19:8-11):
  1. Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh memberikan hikmat kepada orang bersahaja.
  2. Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata ceria.
  3. Takut akan Tuhan itu suci, tetap untuk selama-lamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selalu.
  4. Lebih indah daripada emas, bahkan daripada emas tua; dan lebih manis daripada madu, bahkan daripada madu tetesan dari sarang lebah.

Bait Pengantar Injil
Reff.: Alleluya
Ayat: Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:1-12)

“Tuaian banyak, tetapi pekerjanya sedikit! Sebab itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, agar ia mengirimkan pekerja-pekerja ke tuaian itu."

Pada waktu itu Tuhan menunjuk tujuh puluh dua murid. Ia mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Berkatalah Ia kepada mereka, “Tuaian banyak, tetapi pekerjanya sedikit! Sebab itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, agar ia mengirimkan pekerja-pekerja ke tuaian itu. Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kalian seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu, ‘Damai sejahtera bagi rumah ini’. Dan jika di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal padanya. Tetapi jika tidak, maka salammu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Jika kalian masuk ke dalam sebuah kota dan diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ. Dan katakanlah kepada mereka, ‘Kerajaan Allah sudah dekat padamu’. Tetapi jika kalian masuk ke dalam sebuah kota dan tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah, ‘Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu. Tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat’. Aku berkata kepadamu, pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.


Renungan
Selesai membacakan kutipan Alkitab pada waktu Misa ataupun ibadah sabda, lektor mengatakan: "Demikianlah sabda Tuhan." Kita pun menjawab: "Syukur kepada Allah." Dengan demikian, kita menyatakan keyakinan kita bahwa Alkitab adalah sabda Allah sendiri. Tidak seperti bentuk-bentuk komunikasi tertulis lainnya, Alkitab sungguh "diilhamkan Allah" (bdk. 2 Tim 3:16). Meskipun Tuhan menggunakan manusia untuk menyusun tulisan-tulisan yang kemudian dikumpulkan dan membentuk Alkitab, isi yang terkandung di dalamnya adalah Firman Tuhan sendiri, bukan kata-kata manusia belaka (bdk. 1 Tes 2:13) .

Jika orang lain mengamati seberapa sering Anda membaca Alkitab dan bagaimana Anda taati, bagikan, dan hidupi, mereka bisa menyimpulkan apakah Anda percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Lihatlah bagaimana hidup Ezra terkait erat dengan Firman Tuhan. Ia membaca kitab suci "dari pagi sampai tengah hari" (Neh 8:4). "Bagian-bagian dari pada kitab itu, yakni Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti" (Neh 8:9) . Orang-orang pun "berlutut dan sujud menyembah kepada TUHAN dengan muka sampai ke tanah" (Neh 8:7). "Semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu" (Neh 8:10). "Maka pergilah semua orang itu untuk makan dan minum, untuk membagi-bagi makanan dan berpesta ria, karena mereka mengerti segala firman yang diberitahukan kepada mereka" (Neh 8:13) .

Tindakan Ezra dan bangsa Israel pada waktu itu menunjukkan bahwa mereka percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Apakah tindakan Anda dalam menanggapi Firman Tuhan menunjukkan hal yang sama?

Ya Bapa, teguhkanlah iman kami sehingga tanggapan kami terhadap sabda-Mu tidak sekedar manis di bibir (lip-service) tapi menjadi persembahan hidup (life-service) kami.

Doa Malam
Syukur dan terima kasih ya Tuhan, karena Engkau telah memercayakan satu hari ini untuk kami isi dengan menjalankan sabda-Mu lewat tugas perutusan-Mu. Semoga siapa saja yang telah kami layani Kauanugerahi damai sejahtera. Amin.

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.