Header Ads

Sabtu, 14 September 2013

Pesta Salib Suci
 

Antifon Pembuka (Gal 6:14)
Sekali-kali aku tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.

Doa Pembuka
Ya Allah, Engkau menghendaki agar Putra Tunggal-Mu menjalani Salib untuk menyelamatkan umat manusia, kami mohon anugerahilah kami, yang telah mengenal misteri-Nya di bumi ini, rahmat penebusan-Nya di surga. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, bersama-Mu dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan I
Pembacaan diambil dari Kitab Bilangan (Bil. 21:4b-9)
"Jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup."

Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak." Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati. Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup." Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.

ATAU

Bacaan I
Pembacaan diambil dari Surat Rasul Paulus kepada Filipi (Flp. 2:6-11)
"Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."

Kristus Yesus, walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan (Mzm. 78:1-2,34-35,36-37,38)
Reff:
Janganlah melupakan perbuatan-perbuatan Allah!
Ayat:
  1. Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku. Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala.
  2. Apabila Ia membunuh mereka, maka mereka mencari Dia, mereka berbalik dan mengingini Allah; mereka teringat bahwa Allah adalah gunung batu mereka, dan bahwa Allah Yang Mahatinggi adalah Penebus mereka.
  3. Tetapi mereka memperdaya Dia dengan mulut mereka, dan dengan lidahnya mereka membohongi Dia. Hati mereka tidak tetap pada Dia, dan mereka tidak setia pada perjanjian-Nya.
  4. Tetapi Ia bersifat penyayang, Ia mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan murka-Nya dan tidak membangkitkan segenap amarah-Nya.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (Yoh. 3:13-17)

"Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia."

Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Demikianlah Injil Tuhan kita.
U: Terpujilah Kristus.


Renungan
Ular telah membunuh orang-orang Israel (Bil 21:06). Atas perintah Allah, Musa membuat ular tembaga untuk menyatakan ular sesungguhnya yang telah menewaskan orang-orang. Ular tersebut dipasang pada tiang. Ketika orang-orang melihat ular tersebut, Tuhan menyembuhkan mereka dari apa yang membunuh mereka (Bil 21:8-9).

Dosa membunuh orang. Oleh karena itu, Allah mengutus Dia yang tidak mengenal dosa untuk tinggal di antara kita (2 Korintus 5:21) untuk mewakili dosa yang menghancurkan manusia. Dosa-dosa kitalah yang disalibkan di kayu salib dalam pribadi Yesus dan mengangkat (Kol 2:14-15). "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah" (2 Kor 5:21; lihat juga 1 Ptr 2:24). Ketika orang-orang melihat dengan mata iman Yesus yang tersalib, Allah menyembuhkan mereka dari apa yang membunuh mereka (Yoh 3:14-15).

Kematian Yesus di kayu salib kemenangan atas dosa. Dosa mengalahkan manusia, tetapi Tuhan Yesus telah menang atas dosa-dosa kita dan memberikan kemenangan bagi kita di kayu salib. Dosa-dosa yang semula menguasai kita sekarang telah disalibkan! Oleh karena itu, "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah" (Ibrani 12:2, lihat Yoh 3:14-15). Dia menjadi dosa bagi kita agar kita disembuhkan dan dibebaskan dari dosa. Bertobatlah! Percayalah akan kasih dan pengampunan Yesus yang telah tersalibkan bagi kita.

Doa Malam
"Aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku" (Gal 2:19-20).

Sejarah Pesta Salib Suci
Konon ketika raja Persia menaklukkan Tanah Suci dan menduduki Yerusalem, ia merampas Salib Yesus dan membawanya ke Persia. Tetapi tidak lama kemudian ketika Kaisar Romawi Heraklius mengalahkan Persia, Salib Tuhan itu dikembalikan atas tuntutannya. Heraklius sendiri memikul Salib Tuhan itu hingga ke puncak Golgotha. Pada abad keempat, Salib itu ditemukan oleh Santa Helena, ibu Kaisar Konstantinus Agung. Sebuah gereja dibangun di sana sebagai penghormatan terhadap Salib Tuhan itu.

Hari ini Gereja merayakan pesta Salib Suci. Pemuliaan Salib Tuhan ini dikaitkan dengan penemuannya oleh Santa Helena. Lebih dari itu pesta ini lebih merupakan ungkapan iman Gereja terhadap Salib Yesus sebagai jalan keselamatan.

No comments