Header Ads

Selasa, 05 November 2013

Hari Biasa Pekan Biasa XXXI/C

Siapa yang menunjukkan kemurahan hati, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita. Kasihmu janganlah berpura-pura! (Rom 12:8b-9a).

Antifon Pembuka (Rom 12:5)
Bersama-sama kita semua merupakan satu tubuh dalam Kristus. Tetapi masing-masing kita adalah anggota yang tergantung satu sama lain.

Doa Pagi
Tuhan, kami bersyukur kepada-Mu atas hari baru ini. Semoga hari ini kami dapat melaksanakan segala sesuatu dengan kasih karunia yang Engkau berikan kepada kami melalui hal-hal sederhana seturut kehendak-Mu. Terpujilah Engkau, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan I
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (Rom 12:5-16a)

"Siapa yang menunjukkan kemurahan hati, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita. Kasihmu janganlah berpura-pura!"

Saudara-saudara, kita ini, walaupun banyak, merupakan satu tubuh dalam Kristus, masing-masing adalah anggota satu sama lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita. Jika karunia itu untuk bernubuat, baiklah kita bernubuat sesuai dengan iman kita. Jika untuk melayani, baiklah kita melayani. Jika untuk mengajar, baiklah kita mengajar. Jika untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia membagi-bagi dengan hati yang ikhlas. Siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia memimpin dengan rajin. Siapa yang menunjukkan kemurahan hati, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita. Kasihmu janganlah berpura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kalian saling menaruh kasih sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah kerajinanmu berkurang, hendaklah rohmu menyala-nyala, dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan dan bertekunlah dalam doa. Bantulah orang-orang kudus dalam kekurangan dan berusahalah selalu memberi tumpangan! Berkatilah orang yang menganiaya kalian! Berkatilah dan jangan mengutuk! Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis. Hendaklah kalian sehati sebudi dalam hidupmu bersama. Janganlah kalian memikirkan yang muluk-muluk, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana.
Demikianlah sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan
Reff.: Tuhan, lindungilah aku dalam damai-Mu.
Ayat (Mzm 131:1.2.3):
  1. Tuhan, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
  2. Sungguh, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. 
  3. Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

Bait Pengantar Injil 
Reff.: Alleluya
Ayat: Datanglah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepada kalian.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (Luk 14:15-24)

"Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap."

Pada waktu itu Yesus diundang makan oleh seorang Farisi. Sementara perjamuan berlangsung, seorang dari tamu-tamu berkata kepada Yesus, “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.” Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Ada seorang mengadakan perjamuan besar. Ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan, ‘Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap’. Tetapi mereka semua minta dimaafkan. Yang pertama berkata, ‘Aku baru membeli ladang dan harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata, ‘Aku baru membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan’. Yang lain lagi berkata, ‘Aku baru saja menikah, dan karena itu aku tidak dapat datang’. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semua itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya, ‘Pergilah segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan cacat, orang-orang buta dan lumpuh’. Kemudian hamba itu melaporkan, ‘Tuan, apa yang Tuan perintahkan sudah dilaksanakan. Sekalipun demikian, masih ada tempat’. Maka tuan itu berkata, ‘Pergilah ke semua jalan dan persimpangan dan paksalah orang-orang yang ada di situ masuk, karena rumahku harus penuh’. Sebab aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari para undangan itu akan menikmati jamuan-Ku.”
Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus.


Renungan
Saat bersama untuk makan dan minum tentu semua orang merasa gembira dan sukacita. Tidak ada satu pun orang yang bersedih hati. Semua saling berbagi sukacita dan rasa syukur. Apalagi semuanya serba gratis dan halal. Sangat mengherankan, bila banyak orang menolak undangan perjamuan ini. Inilah lambang orang-orang Yahudi sebagai bangsa pilihan Allah tetapi menolak keselamatan Allah. Akhirnya, Allah memanggil bangsa lain yang mau menanggapi undangan-Nya. Gereja (kita) adalah bangsa pilihan baru.

Doa Malam
Tuhan Yesus, bebaskanlah aku dari hati yang membeku, pikiran yang bebal dan sikap yang sempit. Berbelas kasihlah kepadaku jika hari ini aku tidak tahu menghargai dan menghormati sesamaku. Aku terlalu acuh tak acuh terhadap sesamaku, seperti para tamu undangan yang dikisahkan dalam Injil hari ini, yang bersikap acuh tak acuh terhadap pihak pengundang. Semoga belas kasih-Mu membarui hidupku, sebab Engkalah Tuhan dan Penebusku, kini dan sepanjang masa. Amin.

No comments