Header Ads

Senin, 07 Oktober 2013

Peringatan Wajib SP Maria, Ratu Rosario
   
"Penghormatan Umat Allah terhadap Maria, meskipun bersifat istimewa, namun secara hakiki berbeda dengan sembah sujud kepada Allah Tritunggal Maha Kudus" (bdk. LG 66). Penghormatan kepada Maria mendapat ungkapannya dalam pesta-pesta liturgi yang dikhususkan untuknnya (bdk. SC 103) dan dalam doa-doa bersama maria, misal: doa rosario, yang merupakan 'ringkasan seluruh Injil' --- bdk. KGK 971

Antifon Pembuka (Luk 1:28.42)
Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu.

Doa Pagi
Allah Bapa kami, berilah kami Roh keberanian untuk menghadapi kenyataan hidup dan menerimanya dengan ikhlas sebagai kehendak dan rencana-Mu sendiri. Teguhkanlah iman kami seteguh iman Bunda Maria yang dengan tulus mempersembahkan diri demi keselamatan kami dengan doa rosario sucinya. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan IBacaan dari Nubuat Yunus (1:1-17; 2:10)
"Yunus siap melarikan diri dari hadapan Tuhan."

Datanglah sabda Tuhan kepada Yunus bin Amitai demikian, “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan berserulah terhadap mereka, sebab kejahatannya telah sampai kepada-Ku.” Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan. Ia pergi ke Yafo, dan di sana mendapat sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan. Tetapi Tuhan menurunkan angin ribut ke laut; lalu terjadilah badai besar sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur. Awak kapal menjadi takut; masing-masing berteriak kepada allahnya, dan mereka membuang segala muatan ke dalam laut untuk meringankan kapal. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah, dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak. Datanglah nahkoda mendapatkannya sambil berkata, “Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allahmu itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa.” Lalu berkatalah mereka satu sama lain, “Marilah kita buang undi, supaya kita tahu, karena siapa kita ditimpa malapetaka ini.” Mereka lalu membuang undi, dan Yunuslah yang kena. Maka berkatalah mereka kepadanya, “Beritahu kami, karena siapa kita ditimpa malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang? Manakah negerimu dan dari bangsa manakah engkau?” Sahut Yunus kepada mereka, “Aku ini seorang Ibrani. Aku takwa pada Tuhan, Allah yang menguasai langit, yang telah menjadikan laut dan daratan.” Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya, “Apa yang telah kauperbuat?” Sebab orang-orang itu tahu, bahwa ia telah melarikan diri, jauh dari hadapan Tuhan. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka. Bertanyalah mereka, “Akan kami apakan dikau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi? Sebab laut semakin bergelora.” Sahut Yunus kepada mereka, “Angkatlah aku dan campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kalian lagi. Sebab aku tahu, karena akulah badai besar ini menyerang kalian.” Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka. Lalu berserulah mereka kepada Tuhan, katanya, “Ya Tuhan, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini, dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, Tuhan, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki.” Kemudian mereka mengangkat Yunus dan mencampakkannya ke dalam laut. Maka laut berhenti mengamuk. Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada Tuhan, lalu mempersembahkan kurban sembelihan kepada Tuhan serta mengikrarkan nazar. Maka atas penentuan Tuhan datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus. Dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya. Lalu bersabdalah Tuhan kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.
Demikianlah sabda Tuhan
U: Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan 
Reff.: Engkau mengangkat nyawaku dari dalam liang kubur.
Ayat (Mzm 2:2,3,4,5,8):
  1. Dalam kesusahanku aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku. Dari tengah-tengah alam maut aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.
  2. Engkau telah melemparkan daku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku.
  3. Aku berkata, “Telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?”
  4. Ketika jiwaku letih lesu dalam diriku, teringatlah aku kepada Tuhan, maka sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus.

Bait Pengantar Injil
Reff.: Alleluya
Ayat (Yoh 13:34): Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan; yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:25-37)

"Siapakah sesamaku?"
 
Pada suatu ketika, seorang ahli Kitab berdiri hendak mencobai Yesus, “Guru, apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus kepadanya, “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?” Jawab orang itu, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu. Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya, “Benar jawabmu itu. Perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.” Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata lagi, “Dan siapakah sesamaku manusia?” Jawab Yesus, “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho. Ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi juga memukulnya, dan sesudah itu meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu. Ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu. Ketika melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datanglah ke tempat itu seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan. Ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasih. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya, ‘Rawatlah dia, dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya waktu aku kembali’. Menurut pendapatmu siapakah di antara ketiga orang ini adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?” Jawab orang itu, “Orang yang telah menunjukkan belas kasih kepadanya.” Yesus berkata kepadanya, “Pergilah, dan lakukan demikian.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U: Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan
Sebagian besar dari kita seringkali seperti Yunus yang lari dari panggilan Tuhan. Seperti Yunus, kita juga tak layak diampuni. Jauh di lubuk hati, kita benar-benar tidak ingin musuh kita akan terhindar dari mala petaka dan justru menerima kemurahan hati Tuhan. Namun tidak seperti Yunus, kita biasanya menipu diri sendiri merasa lebih baik dan menutup-nutupi dosa-dosa kita sendiri. Meskipun Yunus tidak mengungkapkan urusan dan asal-usulnya pada para pelaut di kapal, dia secara terbuka mengatakan kepada mereka bahwa ia lari dari Tuhan (Yun 1:8-10). Dia mengakui ia adalah penyebab badai dahsyat yang akan segera menenggelamkan kapal (Yun 1:12). Yunus juga secara terbuka mengakui bahwa ia tak layak diampuni. Dia mengatakan kepada Tuhan bahwa ia ingin Niniwe dihukum dan ia pun sangat tertekan karena Tuhan mau memberi mereka rahmat (Yun 4:2-3).

Kita tidak tahu apa yang terjadi pada Yunus. Kita tidak tahu apakah dia pernah bertobat, tetapi kita tahu bahwa kita memiliki kasih karunia Allah yang memberi kesempatan kepada kita untuk bertobat sekarang juga. Pertama, kita perlu menjadi seperti Yunus dan mengakui ketidaktaatan dan ketaklayakan kita untuk diampuni. Kedua, kita tidak boleh menjadi seperti Yunus tapi justru menjadi seperti orang Niniwe. Kita harus bertobat.

Segeralah datang ke kamar Pengakuan dosa sesegera mungkin. Hadapi Yunus dalam diri Anda sendiri. Bertobatlah sekarang juga.

Doa Malam
Tuhan, ajarlah kami untuk sehati dan sejiwa, bekerja sama dengan siapa saja yang hidup bersama kami. Dengan begitu, kami dapat menjadi orang-orang yang terbuka, siap menerima siapa saja yang Kautitipkan kepada kami sebagai orang yang terluka dan menderita dalam hidupnya. Amin.

No comments