Header Ads

Kamis, 10 Oktober 2013

Hari Biasa Pekan Biasa XXVII/C

“Karena dicurahkan demi keselamatan kita, darah Kristus membawa rahmat pertobatan untuk seluruh dunia” (St. Klemens dari Roma)

Antifon Pembuka (Luk 11:9)
Mintalah, maka kamu akan diberi, carilah, maka kamu akan mendapat, ketuklah, maka kamu akan dibukakan pintu.

Doa Pagi
Tuhan Allah kami, jangan biarkan hari ini menjadi perangkap bagi kami, menjadi bagian dari orang-orang gegabah dan kurang berlaku bijak di hadapan-Mu. Namun berkatilah segala niat baik dan karya kami untuk menjadi orang-orang yang takwa, milik kesayangan-Mu sendiri. Amin.

Bacaan I
Bacaan dari Nubuat Maleakhi (Mal 3:13-4:2a)

"Bagi orang yang takwa, akan terbit surya kebenaran yang sayapnya membawa kesembuhan."

Tuhan bersabda kepada orang-orang fasik, “Bicaramu tentang Aku kurang ajar. Meskipun demikian kalian bertanya, ‘Apakah yang kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?’ Kalian berkata, ‘Sia-sialah beribadat kepada Allah! Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap Allah dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan Tuhan semesta alam? Itulah sebabnya kita memuji bahagia orang-orang yang gegabah. Sebab mujurlah orang-orang yang berbuat jahat itu! Merka mencobai Allah, namun luput juga.’ Sebaliknya orang-orang yang takwa berbicara demikian, ‘Tuhan memperhatikan dan mendengarkan kita; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takwa kepada Tuhan dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya’. “Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri,” sabda Tuhan semesta alam, “pada hari yang Kusiapkan Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia. Maka kalian akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang jahat antara orang yang beribadat kepada Allah dan orang yang tidak beribadat kepada-Nya. Sesungguhnya hari itu akan datang, menyala seperti api. Maka semua orang gegabah dan orang fasik akan menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang akan datang itu,” sabda Tuhan semesta alam. “Mereka akan habis sampai ke akar dan cabangnya. Tetapi kalian yang takwa, bagi kalian akan terbit surya kebenaran yang sayapnya membawa kesembuhan.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan 
Reff.: Berbahagialah orang yang mengandalkan Tuhan.
Ayat (Mzm 1:1-2,3,4,6):
  1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
  2. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
  3. Bukan demikianlah orang-orang fasik; mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bait Pengantar Injil 
Reff.: Alleluya
Ayat : Tuhan, bukalah hati kami, supaya kami memperhatikan sabda Anak-Mu.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (Luk 11:5-13)

"Bapamu yang di surga akan memberikan Roh Kudus kepada siapa pun yang meminta kepada-Nya."

Pada waktu itu, sesudah mengajar para murid berdoa, Yesus bersabda kepada mereka, “Jika di antara kalian ada yang tengah malam pergi ke rumah seorang sahabat dan berkata kepadanya, ‘Saudara, pinjamilah aku tiga buah roti, sebab seorang sahabatku dalam perjalanan singgah di rumahku, dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya’; masakah ia yang di dalam rumah itu akan menjawab, ‘Jangan mengganggu aku; pintu sudah tertutup, dan aku serta anak-anakku sudah tidur. Aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepadamu.’ Aku berkata kepadamu: Sekalipun dia tidak mau bangun dan tidak mau memberikan sesuatu meskipun ia itu sahabatnya, namun karena sikap sahabatnya yang tidak malu-malu itu, pasti ia akan bangun dan memberikan apa yang dia perlukan. Oleh karena itu Aku berkata kepadamu, mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat, ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, akan menerima; setiap orang yang mencari, akan mendapat, dan setiap orang yang mengetuk, akan dibukakan pintu. Bapa manakah di antara kalian, yang memberi anaknya anaknya sebuah batu, kalau anak itu minta roti? Atau seekor ular, kalau anaknya minta ikan? Atau kalajengking, kalau yang diminta telur? Jika kalian yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, betapa pula Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada siapa pun yang meminta kepada-Nya.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.


Renungan
Jika diminta dengan tekun seseorang akhirnya akan mengabulkan permintaan kita (Luk 11:08), "betapa pula Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada siapa pun yang meminta kepada-Nya" (Luk 11:13). Karena Allah Bapa adalah sempurna, kasih-Nya tak terbatas bagi kita, kita yakin bahwa kita akan menerima apa yang kita minta dalam doa - atau mendapatkan yang lebih baik daripada apa yang kita minta (Ef 3:20; lihat KGK 2737).

Namun surat Yakobus mengatakan: "kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu" (Yak 4:3). Tuhan selalu menjawab doa yang benar, yaitu doa yang berasal dari cinta kepada-Nya dan bukan dari keegoisan. Namun, karena kerapuhan diri kita, kita mudah jatuh dalam egoisme diri. Apakah itu berarti bahwa doa kita pasti tidak pernah tulus berdasarkan cinta kepada Allah?

Roh Kudus "membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan" (Rom 8:26). Ketika kita membiarkan Roh Kudus membimbing kita dalam doa (lih. Yoh 16:13), kita berdoa untuk memberitahu Allah apa yang kita butuhkan atau pun membujuk-Nya untuk membantu kita. Allah mengetahui segala sesuatu. Selain itu, Allah adalah kasih (1 Yoh 4:8, 16), maka Dia tidak perlu dibujuk untuk mencintai kita. Justru kitalah yang memerlukan pemberitahuan, bujukan, sapaan, dan perubahan. Doa dalam Roh Kudus bukannya  mencoba untuk membantu Tuhan menanggapi kebutuhan kita atau mencoba untuk mengubah-Nya. Doa dalam Roh Kudus memuji Allah karena Dia adalah kasih dan sumber dari segalanya, sementara itu di sisi lain diri kita pun diubah. Dengan berdoa dalam Roh Kudus, kita menyalibkan kedagingan dan keegoisan kita (Gal 5:24), dan karena itu doa dalam Roh selalu dijawab Allah.

Doa Malam
Bapa yang murah hati, Engkau tahu apa yang menjadi kebutuhan kami, anak-anak-Mu. Terima kasih atas anugerah-Mu hari ini dan ajarlah kami untuk senantiasa datang pada-Mu, membiarkan Engkau leluasa memberi yang terbaik bagi jasmani dan rohani kami. Amin.

No comments