Header Ads

Senin, 30 September 2013

Peringatan Wajib St. Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja

"Tidak mengenal Alkitab berarti tidak mengenal Kristus” (St Hieronimus). Maka Gereja mendesak dengan sangat dan istimewa semua orang beriman supaya sering kali membaca kitab-kitab ilahi sehingga akhirnya memperoleh "pengertian yang mulia akan Yesus Kristus” (Dei Verbum 25).

Antifon Pembuka (Mzm 1:2-3)
Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya.

Doa Pembuka
Ya Allah, Engkau menganugerahi St. Hieronimus, Imammu, kehidupan dan cinta pada Kitab Suci. Anugerahilah pula umatMu semakin hidup dan berbuah dengan SabdaMua dan menemukan di dalamnya sumber kehidupan. Demi Yesus Kristus PuteraMu, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa, bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan I
Bacaan diambil dari Kitab Nabi Zakharia (Za 8:1-8)

"Aku menyelamatkan umat-Ku dari tempat terbitnya matahari sampai kepada tempat terbenamnya."

Datanglah firman TUHAN semesta alam, bunyinya: "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku berusaha untuk Sion dengan kegiatan yang besar dan dengan kehangatan amarah yang besar. Beginilah firman TUHAN: Aku akan kembali ke Sion dan akan diam di tengah-tengah Yerusalem. Yerusalem akan disebut Kota Setia, dan gunung TUHAN semesta alam akan disebut Gunung Kudus. Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akan ada lagi kakek-kakek dan nenek-nenek duduk di jalan-jalan Yerusalem, masing-masing memegang tongkat karena lanjut usianya. Dan jalan-jalan kota itu akan penuh dengan anak laki-laki dan anak perempuan yang bermain-main di situ. Beginilah firman TUHAN semesta alam: Kalau pada waktu itu sisa-sisa bangsa ini menganggap hal itu ajaib, apakah Aku akan menganggapnya ajaib, demikianlah firman TUHAN semesta alam. Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sesungguhnya, Aku menyelamatkan umat-Ku dari tempat terbitnya matahari sampai kepada tempat terbenamnya, dan Aku akan membawa mereka pulang, supaya mereka diam di tengah-tengah Yerusalem. Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka dalam kesetiaan dan kebenaran."
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.


ATAU

Bacaan I
Bacaan diambil dari Surat kedua Rasul Paulus kepada Timotius (2Tim 3:14-17)

"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."

Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.  Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan 
Reff.: TUHAN akan membangun kembali Sion, dan menampakkan kemuliaanNya.
Ayat (Mzm. 102:16-18,19-21,29,22-23):
  1. Bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya, sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka.
  2. Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN, sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus.
  3. TUHAN memandang dari sorga ke bumi, untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh, supaya nama TUHAN diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem.
  4. Apabila berkumpul bersama-sama bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan untuk beribadah kepada TUHAN. Ia telah mematahkan kekuatanku di jalan, dan memperpendek umurku.
Bait Pengantar Injil 
Reff: Alleluya, alleluya.
Ayat: Anak manusia datang untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi semua orang.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (Luk 9:46-50)

"Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku."

Maka timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya, dan berkata kepada mereka: "Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar." Yohanes berkata: "Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." Yesus berkata kepadanya: "Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu."
Demikianlah Injil Tuhan kita.
U: Terpujilah Kristus.


Renungan
Rasanya mustahil bahwa bangsa Israel dalam Kitab Suci akan dibangun kembali seperti semula. Tapi "tidak ada yang mustahil bagi Allah" (Luk 1:37).

Pikirkanlah situasi yang paling mustahil dalam hidup Anda - pernikahan yang tampaknya tak terdamaikan, penyakit akut yang mematikan, perilaku buruk yang tak kunjung berubah, sebuah paroki mati, penyakit mental, perpecahan keluarga, dll. Apa yang dianggap mustahil bagi manusia, menjadi kesempatan bagi Tuhan untuk mewujudkan kekuatan mahakuasa-Nya.

Untuk memperkuat iman Anda kepada Allah dalam bertindak yang mustahil:
  • Baca dan doakanlah Firman Allah. "Iman datang melalui pendengaran, dan pendengaran oleh firman Allah" (Rm 10:17).
  • Meminta orang lain, termasuk Santo-santa, untuk berdoa bagi Anda dan memperhatikan situasi yang paling mustahil dalam hidup Anda dengan cara Allah melihat mereka.
  • Pergi kepada Bapa Pengakuan, mengaku dosalah dan pasrahkanlah segala keraguan.
  • Memuji dan bersyukur kepada Tuhan yang telah melakukan apa yang mustahil bagi manusia.
  • Bagikanlah iman Anda akan Allah yang melakukan apa yang mustahil bagi manusia dengan menceritakan kepada orang lain tentang Dia.
Allah akan melakukan lebih dari yang pernah kita minta atau bayangkan (Ef 3:20). Dia akan melakukan hal yang mustahil. Dia tidak akan meninggalkan kita dalam kekecewaan (Rm 5:5).

Antifon Komuni (Yer 15: 16)
Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.

Doa Sesudah Komuni
Ya Tuhan, semoga anugerah kudus yang telah kami terima saat merayakan peringatan St. Hieronimus ini menggembirakan hati umatMu sehingga dengan semakin mematuhi ajaran-ajaran kudus kami semakin memahami jalan yang harus dilalui untuk menggapai kehidupan abadi. Demi Kristus Tuhan kami.

Mengenal St. Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja
Eusebius Hieronimus Sophronius lahir di Stridon, Dalmatia pada tahun 342. Ayahnya, Eusebius, adalah seorang beriman Kristen yang saleh hidupnya dan dikenal luas sebagai tuan tanah yang kaya raya. Ia mendidik Hieronimus sesuai dengan kebiasaan-kebiasaan hidup Kristiani dan kebiasaan kerja keras.

Ketika Hieronimus berusia 12 tahun, ia mengirimnya ke Roma untuk belajar ilmu hukum dan filsafat. Studinya berjalan lancar, hanya cara hidupnya tidak tertib karena pengaruh kehidupan moral orang Roma yang tidak terpuji pada masa itu. Untunglah bahwa ia lekas sadar dan bertobat dari cara hidupnya yang tidak tertib itu. Pada saat itulah ia meminta dipermandikan oleh Paus Liberius. Rahmat permandian yang diterimanya terus dihayatinya dengan banyak berdoa dan berziarah ke makam para martir dan para Rasul bersama kawan-kawannya. Kehidupan rohaninya terus meningkat, demikian pula cintanya kepada Tuhan dan sesama.

Pada tahun 370, ia berangkat ke kota Aquileia dan tinggal di sana: beberapa lama untuk mendapat bimbingan dari Valerianus, seorang Uskup yang saleh. Dari sana ia pindah ke kota Antiokia, dan menjalani hidup bertapa di padang gurun Chalcis, di luar kota Antiokia. Empat tahun lamanya ia hidup di dalam kesunyian padang gurun untuk belajar dan meningkatkan hidup rohaninya dengan doa dan puasa. Di bawah bimbingan seorang rabbi, ia belajar bahasa Yunani dan Ibrani. 
Berkat kemajuan hidup rohaninya yang besar, ia dianggap layak untuk ditahbiskan menjadi imam. Peristiwa itu terjadi di Antiokia pada tahun 379. Setelah menjadi imam, Hieronimus pergi ke Konstantinopel karena tertarik pada cara hidup Santo Gregorius dari Nazianza. Ia memperoleh banyak pengalaman dari Gregorius bagi peningkatan hidupnya. Hieronimus kemudian berangkat ke Roma dan di sana ia menjadi sekretaris pribadi Sri Paus Damasus (366-384). Karena pengetahuannya yang luas dan mendalam tentang Kitab Suci dan kecakapannya dalam bahasa Latin, Yunani dan Ibrani, Hieronimus ditugaskan oleh Paus Damasus untuk membuat terjemahan baru atas seluruh isi Alkitab dari bahasa Yunani dan Ibrani ke dalam bahasa Latin. Untuk menunaikan tugas suci itu, ia pindah ke Betlehem, tempat kelahiran Yesus. Ia tinggal di sana selama 30 tahun untuk bekerja, belajar dan bersemadi.

Perjanjian Lama diterjemahkannya dari bahasa Ibrani dan Aramik ke dalam bahasa Latin, sedangkan Perjanjian Baru diterjemahkannya dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Latin. Hasil terjemahannya sangat baik dan disukai banyak orang. Oleh karena itu terjemahannya disebut Vulgata, yang berarti Populer, dan sampai kini masih dianggap sebagai terjemahan yang resmi dan sah oleh Gereja.

Selain terkenal luas karena hasil terjemahannya, Hieronimus juga dikenal luas sebagai seorang pembela iman dari berbagai aliran bidaah dan pembimbing rohani. Dari segala penjuru datanglah banyak orang untuk mendapatkan bimbingannya dalam berbagai masalah ketuhanan dan Kitab Suci. Di Betlehem, Hieronimus mendirikan dua buah biara dan memimpinnya selama berada di Betlehem. Satu dari dua biara itu diperuntukkan bagi para biarawati di bawah pimpinan Santa Paula dan kelak oleh Santa Eustachia.

Dua biara itu kemudian dibakar oleh para pengikut bidaah Pelagianisme. Kendatipun tertimpa kesedihan besar, Hieronimus terus giat menulis dan mengajar hingga wafatnya pada tahun 420. la dinyatakan oleh Gereja sebagai Orang Kudus sekaligus sebagai seorang Pujangga Gereja yang besar.

No comments